Aksi Dua Sejoli di Video Viral 19 Detik Magelang? Mesra Layaknya Suami Istri, Celana Pria Melorot

Aksi Dua Sejoli di Video Viral 19 Detik Magelang Mesra Layaknya Suami Istri, Celana Pria Melorot

global.gerbangindonesia.org – Aksi Dua Sejoli di Video Viral 19 Detik Magelang? Mesra Layaknya Suami Istri, Celana Pria Melorot

Video viral 19 Detik Kota Magelang masih tetap menjadi perbincangan.
Diketahui, viral video dua sejoli berhubungan intim seperti suami istri pinggir jalan, tepatnya di emperan ruko.

Banyk orang penasaran siapa sosok dua sejoli yang jalankan adegan tak senonoh di daerah umum itu.
Videonya pun ramai dibagikan akun media sosial.

Salah satunya Instagram @jurnalisjunior.

“Tindakan asusila yang dilakukan di emperan ruko di pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Jawa Tengah, sempat direkam menggunakan kamera ponsel oleh salah satu warga,” tulis akun tersebut ,Kamis (17/2/2022).

Belakangan diketahui, lokasi kejadian di Pasar Rejowinangun, Magelang, Jawa Tengah pada Rabu malam (16/2/2022).

Aksi kedua sejoli tersebut diketahui direkam salah satu warga yang berada di seberang jalan.

Sang perekam mengaku terkejut dan tidak habis pikir dengan aksi dua sejoli tersebut.

Didalam video berdurasi 19 detik, tampak dua sejoli melaksanakan interaksi seperti suami istri di emperan ruko.

Mereka lakukan hal itu sambil berdiri sambil berdiri di sebelah pot tanaman besar.

Terlihat sosok pria berdiri menghadap tembok atau membelakangi jalanan.
Didalam video tampak celana pria itu ‘Melorot’ sampai selutut.
Dan sang wanita berada di depan pria tersebut.

“Terlihat dalam video yang viral itu, dua orang sedang berbuat tak senonoh di emperan ruko pasar sambil berdiri,” lanjut keterangan akun.

Padahal di kala itu, di sekitaran ruko itu masih terdampak sejumlah orang yang berlalu lalang.

Apalagi orang di sekitarnya pun, ikut melihat adegan tak senonoh tersebut dari sisi jalan lain dan ikut merekam kejadian tersebut.

Belum diketahui siapa dua sejoli yang berbuat hal tak senonoh itu.

Dan, menurut pengakuan warga dearah setempat, pelakunya merupakan pria dan wanita yang sudah cukup usia.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.