Apa Jadinya ! Pelapor Korupsi Dana Desa Malah Jadi Tersangka, KPK Segera Koordinasi dengan Kepolisian

Apa Jadinya ! Pelapor Korupsi Dana Desa Malah Jadi Tersangka, KPK Segera Koordinasi dengan Kepolisian

global.gerbangindonesia.org – Apa Jadinya ! Pelapor Korupsi Dana Desa Malah Jadi Tersangka, KPK Segera Koordinasi dengan Kepolisian

Komisi Pemberantasan Korupsi (Kpk) memastikan bakal berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (Aph) perihal penetapan mantan Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon Nurhayati sebagai tersangka.

Nurhayati merupakan pelapor persoalan dugaan korupsi dana desa yang menjerat Kepala Desa Citemu Supriyadi.

“Saya segera akan meminta Direktur Korsup II KPK untuk berkoordinasi dengan APH terkait berkenaan dengan penanganan perkara tersebut, termasuk soal penetapan tersangka tersebut,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (21/2/2022)

Layaknya diketahui Nurhayati yang merupakan pelapor korupsi dana desa, ditetapkan jadi tersangka oleh Polres Cirebon.

Lebih lanjut, Nawawi belum bisa berkomentar  tentang penetapan Nurhayati sebagai tersangka itu.

Kendati demikian, ia menjelaskan KPK berwenang mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan didalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Dalam Pasal 8 huruf (a) UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK disebutkan kewenangan KPK untuk mengoordinasikan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” ucap Nawawi.

Sebelumnya, Polres Cirebon Kota menetapkan bendahara Nurhayati sebagai tersangka persoalan dugaan korupsi dana desa.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Fahri Siregar mengatakan penetapan tersangka Nurhayati sehabis pihaknya sebagian kali melengkapi berkas perkara untuk masalah korupsi dana desa yang dikerjakan Kepala Desa Citemu Supriyadi dikarenakan ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (Jpu) dengan alasan belum lengkap.

Supriyadi sendiri laksanakan korupsi dana desa sebesar Rp 818 juta yang dikerjakan berasal dari tahun 2018 hingga dengan tahun 2020.

Fahri melanjutkan sehabis ditolak, pihaknya lakukan pendalaman ulang masalah itu dan lantas mengarah kepada Nurhayati. Ia ditetapkan sebagai tersangka sehabis mencukupi bukti.

“Saudari Nurhayati diperiksa secara mendalam, apakah perbuatan itu (mencairkan dana) melawan hukum atau tidak. Dan dari hasil penyidikan bahwa saudari Nurhayati masuk dalam memperkaya saudara Supriyadi (sehingga ditetapkan sebagai tersangka),” tuturnya.

Fahri mengaku pihaknya belum menemukan bukti berkenaan genre dana desa ke kantong pribadi Nurhayati.

Tapi, pihaknya memastikan penetapan tersangka Nurhayati telah disesuaikan kaidah hukum dikarenakan perbuatan yang bersangkutan menyerahkan uang dana desa segera ke kepala desa bisa dikategorikan melawan hukum.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.