Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja Yang Relax ,Feksibel

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja Yang Relax ,Feksibel

global.gerbangindonesia.org – Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja Yang Relax ,Feksibel. Artikel admin kali membahas tentang beberapa pertanyaan wawancara saat melamar kerja, smoga bermanfaat !

Kepada para Lulusan baru yang sudah melamar pekerjaan dan udah ada panggilan wawancara kerja, pasti perlu mempersiapkan diri dengan baik.

Jangan sia-siakan kesempatan ini sebab wawancara kerja dengan HRD juga jadi evaluasi berarti untuk melangkah proses rekrutmen kelanjutannya.

Atau istilahnya, kesiapan menolong anda untuk memberi tambahan jawaban paling baik dan membuktikan keinginanmu didalam memperoleh pekerjaan yang dilamar.

Ketika wawancara kerja, untuk pertama kalinya anda akan bertemu HRD atau lebih-lebih direktur berasal dari corporate yang anda lamar.

Sebagai pelamar, anda perlu membawa dampak mereka terkesan dengan jawaban yang anda berikan. Tetapi seringnya, rasa gugup justru sulit dikalahkan dan selanjutnya memicu anda tidak bisa menjawab dengan baik.

Maka, signifikan sekali berlatih dan tahu pertanyaan wawancara sebagai persiapan. Ini ditunaikan untuk tingkatkan kepercayaan diri anda dan supaya tidak gugup pas ikut wawancara kerja.

Berikut ini tips menjawab contoh 15 pertanyaan berasal dari HRD kala wawancara kerja  :

1. Coba ceritakan diri kamu

Ini merupakan pertanyaan umum yang ditanyakan tiap-tiap Hrd. Walau terdengar simple, pertanyaan ini kerap memicu anda gugup.

Maka, untuk menjawab pertanyaan ini, cobalah untuk tidak menjawab ke mana-mana. Jadikan pertanyaan ini sebagai kesempatan untuk menceritakan kemampuan dan sifat yang kamu miliki, sehingga meyakinkan HRD kalau kamu cocok untuk posisi yang dilamar.

Pertanyaan ini bisa memberikan gambaran kepada HRD tentang seperti apa diri kamu dan bagaimana cara kamu bekerja.

2. Kenapa kamu melamar pada posisi ini?

HRD ingin melihat keseriusan kamu, apakah kamu benar-benar ingin bekerja pada posisi ini atau hanya sekadar iseng saja.

Bila HRD menanyakan hal ini, kamu bisa jawab dengan 3–4 hal positif yang bisa kamu temukan dari posisi atau pekerjaan yang kamu lamar. Ketika menjawab pertanyaan ini, fokus dan beri penjelasan dengan kalimat yang sederhana tapi jelas dan bisa meyakinkan.

3. Apa kelebihan dan kekurangan kamu?

Jika menjawab kalau kamu palugada alias bisa berbagai hal, tidak lagi membuat HRD terkesan.

Karena dasar dari pertanyaan ini sendiri adalah HRD ingin melihat apakah kamu benar-benar mengetahui potensi yang ada dalam dirimu.

Jawaban untuk pertanyaan ini, cobalah kamu jelaskan tentang kemampuan yang kamu kuasai dan bermanfaat bagi pekerjaan yang kamu lamar. Kemudian, sambungkan dengan keberhasilan yang kamu dapat karena kemampuan tersebut. Contohnya, jika kamu mahir dalam kepengurusan, dan manajemen waktu.

Ceritakan proyek atau pekerjaan yang pernah kamu tangani dan berhasil berkat kemampuan tersebut.

Untuk kekurangan, sebutkan bagian dari dirimu yang membutuhkan kemajuan. Lalu, kamu bisa menceritakan langkah apa saja yang sudah kamu ambil atau rencanakan untuk mengembangkan diri.

4. Dari mana kamu mengetahui informasi lowongan ini?

Saat HRD menanyakan hal ini, jadikan ini kesempatan kamu untuk menunjukan ketertarikan yang mendalam tentang perusahaan, dan kamu adalah seorang yang bersungguh-sungguh.

Namun tetap berikan jawaban yang jujur. Bila kamu mendapatkan info lowongan dari teman, tidak jadi masalah sebutkan nama temanmu.

5. Kenapa kamu tertarik untuk bekerja di perusahaan ini?

Sebelum hari wawancara, gali informasi mengenai tempat kamu melamar. Cari tahu hal-hal penting seperti sejarah, visi, misi, dan budaya kerja perusahaan tersebut.

Ketika HRD menanyakan hal ini, tunjukan seberapa jauh kamu sudah mempelajari tentang perusahaan. Kamu bisa mengaitkannya dengan ambisi dan tekad kamu untuk mencari tantangan dan mengembangkan kemampuan. Hal ini akan membuat pewawancara tertarik dengan kamu.

6. Apa saja yang kamu tahu tentang posisi yang kamu lamar?

HRD ingin mengetahui apakah kamu tahu lingkup kerja yang akan menjadi tanggung jawab kamu, dan penegasan bahwa kamu mengerti tentang posisi yang kamu lamar. Sama seperti menjawab pertanyaan sebelumnya, menggali informasi tentang job desc sangat penting. Kamu bisa membaca kembali job desc yang ada pada lowongan dan mencari tahu di internet atau juga bertanya kepada teman yang bekerja di posisi yang sama.

7. Apa rencanamu dalam 3-5 tahun ke depan?

Untuk pertanyaan ini, kamu tidak bisa menjawab dengan “gak tau, masih bingung” atau “gimana nanti aja”, HRD ingin jawaban yang jelas. Sekalipun masih belum terlalu punya bayangan, berikan jawaban yang realistis. Kamu bisa menjelaskan bahwa dalam lima tahun ke depan, kamu akan lebih menguasai bidang yang sedang ditekuni.

8. Apakah kamu bisa bekerja dalam tim?

Cobalah menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan bahwa kamu dapat bekerja dengan baik secara individu dan tim.

Jelaskan juga bahwa kamu bisa bekerja dengan berbagai macam orang yang sifatnya berbeda. Selisih paham dan konflik merupakan hal yang normal dalam perusahaan.

Sikap kamu menghadapi situasi itulah yang penting, contohnya dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kamu juga bisa memberikan penjelasan bahwa fokus kamu adalah memberikan yang terbaik untuk perusahaan demi mencapai target.

9. Jika harus ditugaskan keluar kota, apakah kamu siap?

Pertanyaan wawancara ini bisa diajukan bila posisi yang kamu lamar memungkinkan tugas ke luar kota.

Sebelum melamar, pastikan terlebih dahulu apakah posisi kamu mengharuskan adanya dinas keluar kota. Jika iya, pikirkan segala konsekuensinya.

Pertanyaan ini bisa menentukan apakah kamu bisa masuk ke tahap selanjutnya apa tidak.

10. Apakah kamu bisa bekerja di bawah tekanan?

Tidak jarang, HRD ingin tahu bagaimana mental kamu dalam bekerja, apakah kamu orang yang mudah menyerah atau orang yang suka berusaha keras.

Kamu bisa menceritakan pengalaman ketika bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu sempit, atau banyak permintaan.

11. Ceritakan tentang momen ketika kamu membuat kesalahan

Jangan menjawab kalau kamu tidak pernah membuat kesalahan. Kesalahan adalah hal manusiawi, jangan ragu untuk menceritakan pengalamanmu sendiri.

Kunci dari menjawab pertanyaan ini adalah dengan menunjukkan hal yang telah kamu pelajari dari kesalahan tersebut. Tunjukkan juga cara kamu menghindari situasi yang serupa.

12. Berapa ekspektasi gaji yang kamu inginkan?

Ketika membahas gaji, jangan ragu untuk menyebutkan nominal yang kamu harapkan.

Tapi, pastikan dulu apakah gaji tersebut memang sudah standar gaji untuk posisi yang kamu lamar. Ini penting agar nominal gaji yang kamu sebutkan ada dasar pertimbangannya.

Kamu juga bisa memperjelas hal apa saja di luar dari gaji yang akan kamu dapatkan, misalnya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

13. Kenapa kamu menginginkan pekerjaan ini?

Ini bisa menjadi momen untuk meyakinkan HRD bahwa kamu kandidat yang layak.

Berikan jawaban dengan menjelaskan kualifikasi yang relevan dan pencapaian yang kamu miliki.

Jangan ragu juga paparkan keinginanmu untuk mendapatkan pekerjaan yang dilamar. Tekad dan minat tulusmu akan terlihat dan membantu kamu dalam wawancara kerja.

14. Kapan kamu bisa mulai bergabung di perusahaan kami?

Biasanya jika HRD sudah menanyakan hal ini, berarti tahap wawancara sudah pada tahap pengambilan keputusan.

Jika kamu saat ini sedang bekerja, berikan jawaban dengan durasi minimal yang dibutuhkan untuk pemberitahuan pengunduran diri, biasanya satu bulan.

15. Apakah ada yang kurang jelas dan mau kamu tanyakan?

Setidaknya kamu siapkan satu pertanyaan. Pertanyaan wawancara kerja ini bisa jadi kesempatan kamu untuk mengetahui tentang kantor dan posisi yang kamu lamar.

Ini juga menandakan kalau kamu menyimak selama wawancara berlangsung dan dapat meningkatkan ketertarikan HRD untuk meloloskan kamu ke tahap selanjutnya.

Tips lainnya, selama proses wawancara, ingatlah untuk tetap tenang dan terlihat meyakinkan. Pertanyaan-pertanyaan di atas bisa saja ditanyakan oleh HRD, namun tidak menutup kemungkinan akan ada pertanyaan lainnya yang tidak kamu bayangkan.

Cobalah untuk tidak panik dan ingat tidak apa-apa jika kamu berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan. Tetap tenang, meyakinkan, percaya diri, dan fokus. Kamu pasti bisa!

Selamat berjuang!

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.