Geger Indomaret Peritel Milik Salim yang Viral Timbun Minyak Goreng, Ini Penjelasanya

Geger Indomaret Peritel Milik Salim yang Viral Timbun Minyak Goreng, Ini Penjelasanya

global.gerbangindonesia.org – Geger Indomaret Peritel Milik Salim yang Viral Timbun Minyak Goreng, Ini Penjelasanya

Masih langkanya minyak goreng di pasaran masih jadi isu hangat. Isu kini bergeser ke tudingan aksi penimbunan oleh peritel yang menyasar end user layaknya Indomaret.

Isu ini muncul sehabis hasil sidak yang dijalankan oleh Komisi II DPRD Pringsewu bersama dengan Satpol Pp. Sidak yang dijalankan Selasa (15/2/2022) tersebut menemukan adanya 100 kilogram (Kg) minyak goreng di salah satu gerai Indomaret Di Pringsewu.

Sekjen Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Solihin pun selanjutnya buka suara berkaitan isu itu. Ia menolak dengan tegas jika salah satu anggotanya lakukan penimbunan minyak goreng.

“Gimana mau nimbun, service levelnya saja saat ini masih berfluktuasi 7-15%? Kalau ada anggota mengatur alur barang, bukan penimbunan. Kan ini dibatasi setiap orang hanya bisa beli 2 liter. Dia beli sekarang, terus 2 jam lagi balik lagi beli, siapa yang lihat?,” kata Solihin , Rabu (16/2/2022).

“Bagaimana menimbun, barangnya nggak punya? Bukan protes ya, cuma contoh. Di daerah tertentu seorang pejabat bilang minyak gorengnya hanya untuk warganya. Kan kita bingung juga. Apalagi, 100 kg, bukan menimbunlah. Ritel modern itu butuh 3 juta liter,” kata Solihin.

Geger Indomaret Peritel Milik Salim yang Viral Timbun Minyak Goreng, Ini Penjelasanya

Aprindo sendiri, lanjutnya, menetapkan  tiap-tiap kali pasokan masuk, langsung dilepas tetapi dengan pengaturan supaya pembelian terbatas dan tidak membuat panic buying.

“Karena itu kita berharap pemerintah segera mengguyur minyak goreng ke pasar tradisional. Karena, memang sejak pemerintah menggelar minyak goreng satu harga, dimulai di ritel modern. Saat HET juga, yang bisa langsung menjalankan sesuai harga ditetapkan itu ritel modern. Sementara, di pasar tradisional barang tidak ada, mereka jadi ke ritel modern,” jelasnya.

Dia menambahkan, kesulitan supply diharapkan bisa teratasi pekan depan. Dengan begitu, ada keseimbangan pembelian di pasar tradisional dan ritel modern.

“Tapi, gimana orang percaya sama kita. Sementara harus jual Rp14.000 tapi barang nggak ada. Tapi, kalau jual Rp18.000 – 21.000 per liter barang ada. Bingung juga. Saya yakin Satgas Pangan akan segera bertiindak, karena prihatin juga. Di penjualan online barangnya selalu ada, tapi harganya Rp18.000 – 21.000 per liter,” kata Solihin.

PT Indomarco Prismatama, selaku pengelola gerai ritel Indomaret juga membantah tudingan itu. Alih-Alih menimbun, corporate justru patuh dengan kebijakan pemerintah.

Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Darmawi Alie mengatakan, Indomaret mengikuti kebijakan pemerintah mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng Rp 14.000 per liter untuk kebutuhan masyarakat.

“Prinsip bisnis yang kami lakukan, produk minyak goreng dikirim dari distributor dan kemudian kami teruskan ke gerai-gerai Indomaret untuk dijual langsung ke konsumen akhir,” kata Darmawan ,Rabu (16/2/2022).

Namun, persediaan di gerai ini sangat tergantung dari kiriman pasokan distributor. Supply dari pabrik masih terbatas sehingga terjadi kekosongan.

“Gudang di gerai Indomaret sangat terbatas sehingga tidak mungkin ada penimbunan dan kami tidak terbersit sedikit pun untuk menahan minyak goreng. Dalam berusaha, kami tetap konsisten mendukung kebijakan minyak goreng pemerintah dan sesuai arahan Aprindo,” katanya.

Selain menjual barang kebutuhan pokok, di tempat tertentu Indomaret juga menyediakan makanan siap saji, antara lain Yummy Fried Chicken.

“Produk siap saji ini membutuhkan bahan baku minyak goreng dan produk yang disimpan dekat dapur di area gerai tidak dijual karena peruntukannya untuk menggoreng ayam Yummy Fried Chicken sebagaimana yang ditemukan pada sidak 14 Februari 2022,” ungkapnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan mendadak (Sidak) team gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol Pp), Dinas Perindag dan DPRD Pringsewu di Indomaret Jalan Jenderal Sudirman, Pringsewu, menemukan adanya persediaan minyak goreng 66 liter terdiri  dari 32 liter stok toko Jenderal Sudirman dan 22 liter stok toko Jalan Ahmad Yani, tapi saat itu belum diambil toko bersangkutan dan stok baru berkunjung 12 liter.

“Telah dilakukan koordinasi dengan Disperindag Kabupaten Pringsewu dan dijelaskan bahwa stok di toko benar dipergunakan untuk keperluan menggoreng ayam dan tidak untuk ditimbun,” tandas Darmawi.

Geger Indomaret Peritel Milik Salim yang Viral Timbun Minyak Goreng, Ini Penjelasanya

Gerai Indomaret dikelola oleh PT Indomarco Prismatama. Corporate ini merupakan corporate di bawah Grup Indofood milik Anthoni Salim.

Salim menguasai Indomarco lewat PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (Dnet). DNET sebelumnya bernama Dyviacom Intrabumi yang bergerak pada usaha internet service provider (Isp).

Tapi, pada 19 April 2013, corporate menandatangani perjanjian pemesanan saham bersyarat dengan PT Indomarco Perdana,

PT Lentera Bumi Mas, Sinarman Jonatan dan Indomarco Prismatama.

Berdasarkan perjanjian ini, corporate mendapat hak untuk memesan, mengambil bagian, dan jadi pemegang saham pada Indomarco Prismatama atas saham baru yang akan diterbitkan oleh Indomarco Prismatama sebanyak 738,72 juta saham dengan nilai nominal sebesar Rp 250 saham, yang mewakili 40 Persen dari keseluruhan saham ditempatkan dan disetor Indomarco.

Sekarang, pemegang saham DNET terdiri berasal dari Hannawell Group sebesar 39,35Prosen, Megah Eraraharja sebesar 26,6Prosen, dan Anthoni Salim sebesar 25,3Prosen.

Adapun anak bisnis DNET dengan kepemilikan mayoritas adalah Indoritel Persada Nusantara dan Mega Akses Persada. Kepemilikan DNET di kedua entitas ini masing-masing 99,99Persen dan 71,88Prosen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.