Gunakan Modus Ancaman Dosa, Bos Warkop Gagal Perkosa Karyawati Kedua Kalinya, Apes !

Gunakan Modus Ancaman Dosa, Bos Warkop Gagal Perkosa Karyawati Kedua Kalinya, Apes !

global.gerbangindonesia.org – Gunakan Modus Ancaman Dosa, Bos Warkop Gagal Perkosa Karyawati Kedua Kalinya, Apes ! 

Aksi bejat dilaksanakan bos warung kopi (Warkop) di Mojokerto, Anwar Sadat (36) yang menyetubuhi karyawatinya yang masih berusia 16 tahun. Anwar mengajak korban bersyahadat seolah-olah menikah siri.

Usai diajak bersyahadat, Anwar mendoktrin korban jika otomatis dia telah jadi istri sirinya dan mengajaknya berhubungan suami istri. Anwar melaksanakan perbuatan bejatnya pada Jumat (18/2) kurang lebih pukul 13.00 Wib. Waktut itu, tersangka mengajak korban berhubungan seperti suami istri di mes karyawan.

Mendoktrin Korban Dengan Modus Dosa

Tak hanya sekali melaksanakan aksinya, lagi-lagi ia mendoktrin korban. Dia mengatakan korban berdosa jika tak menuruti nafsu bejatnya.

“Tersangka mendoktrin korban adalah istri sirinya. Kalau tidak menuruti kemauan tersangka, maka korban berdosa,” ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, Rabu (2/3/2022).

Menjelang akhir Februari, Anwar kembali ingin melancarkan aksinya menyetubuhi korban. Tetapi, perbuatan bejat pria yang biasa dipanggil Ayah oleh para karyawannya ini urung terlaksana. Sebab korban dijemput rekan kerjanya yang ia hubungi lewat Whatsapp ketika memahami akan diperkosa lagi oleh bosnya.

Tak sampai disitu saja , Gadis remaja asal Kecamatan Ngoro tersebut mengadukan perbuatan bejat Anwar kepada orang tuanya.

Korban Melapor

Didampingi orang tua dan kepala dusun, gadis berusia 16 tahun tersebut pada akhirnya berani melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Ppa) Satreskrim Polres Mojokerto pada Senin (28/2).

Sesudah mengumpulkan bukti yang cukup, hari itu juga polisi bergerak cepat meringkus Anwar. Pria bertubuh tambun tersebut dibekuk sesaat melintas di Jalan Airlangga, Kecamatan Mojosari kurang lebih pukul 23.00 Wib.

“Kami tidak menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan, apalagi membawa-bawa agama. Tentunya ini perbuatan yang dibenci masyarakat dan Tuhan,” jelas Andaru.

Akibat perbuatannya, Anwar kini harus mendekam di Rutan Polres Mojokerto. Ia dijerat dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Hukuman maksimal 15 tahun penjara sudah menantinya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.