Hasil Pengungkapan BPOM, 6 Merek Kopi Saset yang Mengandung Parasetamol dan Viagra

 Hasil Pengungkapan BPOM, 6 Merek Kopi Saset yang Mengandung Parasetamol dan Viagra

global.gerbangindonesia.org – Hasil Pengungkapan BPOM, 6 Merek Kopi Saset yang Mengandung Parasetamol dan Viagra

Badan Pengawas Obat dan Makanan baru-baru ini yang mengandung parasetamol, dan viagra atau juga dikenal sebagai obat kuat lelaki. Sejumlah produk tersebut disita karena mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) seperti viagra dan parasetamol tadi.

“Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Parasetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat. Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai (dosis), bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan”.

Hasil Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan, secara rinci ditemukan produk menjadi berupa 15 type (5.791 pcs) pangan olahan mempunyai kandungan BKO dan 36 tipe (18.212 pcs) obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat.

 Hasil Pengungkapan BPOM, 6 Merek Kopi Saset yang Mengandung Parasetamol dan Viagra

“Kemudian ditemukan juga bahan produksi dan bahan baku berupa 32 Kg bahan baku obat ilegal mengandung Parasetamol dan Sildenafil, 5 Kg produk ruahan/bahan campuran setengah jadi, cangkang kapsul serta bahan kemas aneka jenis seperti aluminium foil untuk sachet, karton, plastik, dan hologram. Pada lokasi tersebut ditemukan juga beberapa alat produksi sederhana,” ujar

Dampak Mengkonsumsi Kopi Tersebut

Ada pun bukti pangan olahan dan obat tradisional yang ditemukan merupakan kopi saset dengan merek antara lain, Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Product-Product itu diduga mempunyai kandungan BKO Paracetamol dan Sildenafil. Kepala Badan Pom, Penny K. Lukito.

“Penggunaan bahan kimia obat Parasetamol dan Sildenafil secara tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat bahkan sampai menimbulkan kematian. Parasetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal,” ujar Penny.

Sedangkan Sildenafil bisa menimbulkan efek samping mulai berasal dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, sampai reaksi yang lebih serius layaknya kejang, denyut jantung tidak teratur, pandangan kabur atau buta mendadak, apalagi sanggup menimbulkan kematian.

“Nilai keekonomian barang bukti ini diperkirakan mencapai 1,5 miliar rupiah”, ungkap Kepala Badan POM. Badan POM sebelumnya telah melakukan pemantauan dan analisis terhadap penjualan online produk pangan olahan mengandung BKO dengan merek Kopi Jantan pada periode Oktober–November 2021.

Hasil pemantauan itu membuktikan penjualan produk itu mempunyai nilai transaksi rata-rata sebesar 7 miliar rupiah tiap tiap bulannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.