Pedagang Siomay yang Cabuli Anak Kecil di Jagakarsa Jadi Buron

Pedagang Siomay yang Cabuli Anak Kecil di Jagakarsa Jadi Buron

global.gerbangindonesia.org – Pedagang Siomay yang Cabuli Anak Kecil di Jagakarsa Jadi Buron

Satreskrim Polres Metro Jaksel menerbitkan Daftar Pencarian Orang (Dpo) pada pelaku pencabulan seorang bocah berinisial ZF di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pelaku H (38) yang merupakan pedagang siomay resmi menjadi buron.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto, menerangkan pihaknya sudah menetapkan H (38) sebagai tersangka. Penyidik sudah mencoba melacak keberadaan pelaku hingga ke kediaman keluarganya. Tapi, belum membuahkan hasil.

“Tersangka kami cari di rumah keluarganya tapi belum didapatkan sehingga penyidik sudah menerbitkan DPO dan meminta bantuan jajaran kesatuan Polri untuk penangkapan yang bersangkutan,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Solpanit membenarkan status DPO sudah disematkan ke H (38).

“Iya (pelaku status DPO),” ucap Ridwan.

Kronologi

Sebelumnya, seorang anak berinisial ZF di Jagakarsa, Jakarta Selatan, jadi korban pemerkosaan pria berinisial K, yang sehari-harinya berjualan siomay.

K sehari-harinya menjajakan siomay keliling kampung di sekitar tempat tinggal korban.

Mirisnya, aksi pemerkosaan sudah terjadi selama satu tahun paling akhir dan baru terbongkar pada Senin, 24 Januari 2022 lalu.

Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Nunu, menerangkan masalah ini terbongkar sesudah korban menghubungi orangtua lewat sambungan telpon. Waktu itu, korban mengeluhkan sakit pada bagian kemaluan.

“Dia (korban) cerita ke ibunya, katanya sering mendapat perlakuan tak senonoh dari om siomay. Kontan ibunya pulang setelah pulang dan nanya langsung ke putri tersebut,” kata Nunu saat dihubungi, Kamis (3/2/2/2022).

Nunu menerangkan, ibu korban sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa pencabulan sudah kerap terjadi. Nunu menyebut, kurang lebih sudah berjalan semenjak tahun 2021.

“Korban mengaku sering dilakukan pencabulan oleh si pelaku untuk berapa kalinya korban tidak bisa mengingat, tapi dia mengatakan sering,” kata dia.

Nunu menerangkan, pelakunya adalah tukang siomay berinisial K yang kerap mangkal di dekat tempat tinggal korban. Nunu menerangkan, K lakukan pencabulan disaat kedua orangtua korban tengah sibuk bekerja. Korban sendiri tinggal seorang diri di tempat tinggal itu.

“Pelaku mencabuli korban kadang di teras, atau di dalam rumah,” ucap dia.

Nunu Mengatakan, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang kurang lebih Rp 5 ribu. Tak cuman itu, pelaku juga mengancam korban supaya tidak memberitahukan perbuatannya ke siapa pun, termasuk orangtua korban sendiri.

Ancaman tersebut pun membuat korban ketakutan dan tidak berani mengadu ke ibunya.

“Korban diancam sama tukang siomay itu kalau ‘kamu nanti ngomong-ngomong kita pada berantem’. Si anak takut orangtuanya berantem, makanya dia tidak cerita,” terang dia.

Jerat Hukum

Pada Kesempatan tersebut, Nunu membantah narasi yang beredar di mana pelaku yang meminum darah kemaluan korban. Nunu mengaku sudah mengkonfirmasi langsung ke orangtua korban pada saat pemeriksaan kemarin.

“Itu tidak benar sama sekali. Tidak ada itu minum-minum darah,” papar dia.

Nunu mengatakan, tukang siomay sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasar dua alat bukti yang dikantongi penyidik. Dan Saat ini, pelaku hingga saat ini masih di dalam perburuan.

“Pelaku sudah kami indetifikasi, sudah ada (identitas) cuman saat ini pelaku masih dalam pencarian,” terang dia.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 76 e jo 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.”Ancaman hukuman 15 tahun,” ujar dia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.