Sepatutnya Tarif Internet MakinTerjangkau, Kemkominfo Minta Pemda Tak Cari PAD dari Operator Telekomunikasi

Sepatutnya Tarif Internet MakinTerjangkau, Kemkominfo Minta Pemda Tak Cari PAD dari Operator Telekomunikasi

global.gerbangindonesia.org – Sepatutnya Tarif Internet MakinTerjangkau, Kemkominfo Minta Pemda Tak Cari PAD dari Operator Telekomunikasi

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Sdppi) Kemkominfo, Ismail, mengatakan saat ini beban biaya yang ditanggung oleh operator telekomunikasi ketika mereka menggelar infrastruktur benar-benar besar, salah satunya berupa penggelaran kabel serat optik.

Dalam Webinar bertajuk ‘Apakah Tarif Internet Jadi Hambatan Primer Terwujudnya Indonesia Terkoneksi?’, ia menjelaskan saat ini banyak biaya yang sulit diprediksi oleh operator telekomunikasi ketika menggelar jaringan fiber optik di daerah.

Antara lain seperti perizinan dan juga tarif retribusi atau sewa. Agar layanan internet di Indonesia kian terjangkau demi membantu program transformasi digital nasional, menurut Ismail, bisa dilakukankan dengan mengurangi beban biaya operator telekomunikasi.

“Kami memahami setiap daerah memiliki target pendapatan asli daerah (PAD), namun seharusnya Pemerintah Daerah (Pemda) tidak mencari peningkatan PAD di pembangunan infrastruktur telekomunikasi,” kata Ismail, dikutip Jumat (18/3/2022).

Dikarenakan infrastruktur telekomunikasi merupakan modal primer Pemda dalam menaikkan perekonomian penduduk di suatu wilayah.

“Makin baik infrastruktur telekomunikasinya, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semakin Pemda mempermudah penggelaran infrastruktur telekomunikasi, maka akan banyak aktivitas ekonomi yang akan tumbuh di daerah tersebut,” papar Ismail yang juga menjabat sebagai Plt. Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) .

Tarif Internet di Indonesia Saat Ini

Sepatutnya Tarif Internet MakinTerjangkau, Kemkominfo Minta Pemda Tak Cari PAD dari Operator Telekomunikasi

Ismail menyebutkan bahwa saat ini tarif internet di Indonesia relatif murah dibandingkan negara lain. Tepatnya, tarif mobile internet indonesia berada di peringkat ke-12 termurah dari 230 negara.

Keadaan ini  memungkinkan karena banyak operator berkompetisi di kota-kota besar. Alternatif pilihan masyarakat untuk memilih operator selular juga banyak dengan tawaran sejumlah gimik.

“Tarif rata-rata Rp 6.000 per giga. Memang sebagian kecil masyarakat Indonesia tidak mempermasalahkan tarif dan mengutamakan kualitas internet yang baik, tapi sebagian besar masyarakat saat ini masih sensitif terhadap harga layanan internet,” ujar Ismail.

Di sisi lain, keterjangkauan rakyat pada tarif mobile internet dan fixed broadband sementara ini berbeda.

“Tarif layanan fixed broadband di Indonesia masih terkesan premium dengan harga Rp 280 ribu per bulan (tergantung kecepatan yang dibutuhkan pelanggan) yang sebenarnya penggunaannya untuk satu keluarga,” ucap Ismail.

Perlu Ada Pengaturan Penggelaran Kabel Optik

Sepatutnya Tarif Internet MakinTerjangkau, Kemkominfo Minta Pemda Tak Cari PAD dari Operator Telekomunikasi

Pemerintah Pusat, menurut Ismail, dambakan infrastruktur telekomunikasi ada di mana-mana dengan harga terjangkau oleh masyarakat. Kemkominfo menghendaki kabel optik yang tergelar di daerah juga tertata dengan baik dan tidak semrawut.

Dengan adanya infrastruktur telekomunikasi, maka industri seperti pariwisata, transportasi, pendidikan atau manufaktur akan tercipta. Nanti Pemda bisa mendapatkan  dari pajak.

“Memang perlu ada pengaturan penggelaran kabel optik dengan menyediakan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT). Jangan sampai pengaturan perpindahan tersebut menimbulkan beban tinggi bagi operator telekomunikasi,” sambung Ismail.

Lalu kabel internet yang sudah tertata baik, tapi akses internet di sebuah tempat jadi terhambat atau mahal. Ia menilai ini akan berdampak kepada penduduk.

Dengan adanya optimasi antara kemudahan perizinan, penataan kabel optik dan dukungan Pemda dalam menyediakan Sjut, Ismail berharap internet yang saat ini jadi keperluan penting bagi perkembangan ekonomi nasional mampu menambahkan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia untuk jadi negara maju di dunia.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.