Tahukah Anda ! Bagaimana Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito ?

Tahukah Anda ! Bagaimana Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito

global.gerbangindonesia.org – Tahukah Anda ! Bagaimana Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito ?

Menyimpan uang didalam bentuk deposito mempunyai bermacam laba. Nasabah akan mendapat agunan bahwa uang yang disimpannya kondusif sekaligus memperoleh bunga deposito. Bunga itu merupakan suatu penghasilan walaupun pasif supaya tetap terkena pajak. Lalu, bagaimanakah cara menghitung pajak atas bunga deposito ?

Pajak merupakan sebuah kewajiban yang dibebankan kepada warga negara. Iuran itu diatur oleh negara dan bersifat paksaan. Ada bermacam model pajak yang harus dibayar oleh seseorang salah satunya yaitu pajak penghasilan. Deposito sebenarnya merupakan salah satu bentuk tabungan yang disediakan oleh bank.

Nasabah mesti melaksanakan setoran dengan jumlah minimal tertentu dan menyimpan uangnya didalam jangka sementara disesuaikan perjanjian. Waktu udah jatuh tempo, uang deposito bisa ditarik sejalan dengan bunga yang didapat. Kalian mesti mengetahui bahwa penghasilan yang didapat berasal dari bunga deposito tidak akan diperoleh secara utuh.

Hasil penyimpanan itu akan dipotong disesuaikan pajak yang berlaku. Simak cara menghitung pajak penghasilan atas bunga deposito dibawah ini agar Kalian jelas penghasilan yang akan didapatkan  dari deposito !

Apa Itu Pajak Bunga Deposito ?

Tahukah Anda ! Bagaimana Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito

Pajak bunga deposito merupakan potongan untuk hasil deposito yang telah dilakukan oleh seseorang. Ini akan dihitung berdasarkan perhitungan bunga yang diperoleh dan tidak mengikat jumlah simpanan awal yang diberikan. Pajak bunga simpanan ini diatur oleh negara. Ada beberapa dasar hukum untuk pemberlakuan pajak ini yaitu:

  • PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI. Diatur dalam PP Nomor 131 tahun 2000 yang telah diberlakukan sejak 1 Januari 2001. Aturan ini ditetapkan melalui SE-01/PJ.43/2001.
  • Pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI. Hal ini diatur dalam KMK-51/KMK.04/2001 dan telah berlaku sejak 1 Januari 2001.

Pajak penghasilan deposito ini besarannya yaitu 20% dan berlaku untuk simpanan yang  mencapai Rp 7,5 juta. Besarannya sendiri tidak bisa selalu sama karena bergantung pada suku bunga yang berlaku pada saat itu.

Dikala menerima hasil deposito, Anda bisa saja akan meraih bunga yang tidak disesuaikan dengan perhitungan. Hal ini disebabkan oleh adanya pajak yang berlaku. Bank akan segera memberi tambahan hasil deposito yang sudah dipotong pajak  anda tidak wajib menghitung atau membayar pajak secara mandiri.

Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito

Tahukah Anda ! Bagaimana Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito

Menghitung potongan untuk bunga deposito sebenarnya tidaklah sulit. Ada beberapa elemen yang anda perlukan dalam perhitungan yaitu jumlah setoran, waktu simpanan, dan hasil bunga deposito. Sebelum menghitung pajak penghasilan, anda perlu untuk menghitung bunga simpanannya terlebih dahulu.

Caranya yaitu dengan mengalikan setoran, bunga, dan serta tenor. Sebagai contoh, anda melakukan deposito Rp 30.000.000 dengan tenor 12 bulan dan bunga yang berlaku yaitu sebesar 5%. Perhitungannya yaitu menjadi seperti berikut:

  • Bunga deposito per tahun: Rp 30.000.000 x 5% = Rp 1.500.000.
  • Bunga deposito per bulan: Rp 1.500.000/12 = Rp 125.000.

Setelah mengetahui besaran bunga yang didapat, anda bisa mulai menghitung potongannya sesuai dengan pajak yang berlaku yaitu 20%. Berikut ini contoh perhitungannya:

  • Pajak deposito per bulan: Rp 125.000 x 20% = Rp25.000.
  • Pajak deposito per tahun: Rp 25.000 x 12 = Rp300.000.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, anda dapat memperkirakan hasil yang akan diperoleh ketika tenor deposito telah berakhir. Cara menghitungnya juga mudah yaitu cukup menambahkan setoran awal dengan bunga, lalu dikurangi pajak. Berdasarkan contoh di atas, hasil deposito akan menjadi sebagai berikut:

  • Hasil deposito sebelum pajak: Rp 30.000.000 + Rp 1.500.000 = Rp 31.500.000.
  • Hasil deposito yang diterima: Rp 31.500.000 – Rp 300.000 = Rp 31.200.000.

Besar potongan pajak akan sangat bergantung pada jumlah bunga yang berlaku serta setoran awal deposito. Semakin besar deposito yang dilakukan, maka potongannya juga akan semakin tinggi.

Mengapa Investasi Deposito Populer?

Tahukah Anda ! Bagaimana Cara Menghitung Pajak Atas Bunga Deposito

Jika melihat hasil perhitungan di atas, anda mungkin berpikir bahwa deposito bukanlah investasi yang memiliki keuntungan besar. Hal tersebut benar adanya jika anda membandingkannya dengan jenis investasi lain seperti saham. Meskipun begitu, pada kenyataannya deposito masih banyak dipilih karena memberikan berbagai keuntungan, di antaranya yaitu sebagai berikut:

Keamanannya Dijamin oleh LPS

anda tidak perlu khawatir uang setoran awal deposito raib. Ada badan khusus yang bertugas untuk mengawasi deposito yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Penjaminan ini akan berguna apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bank bangkrut. Simpanan milik anda akan tetap aman.

Risiko Investasi yang Rendah

Laba berikutnya berasal dari deposito adalah risikonya yang lebih rendah. Tidak cuman kaarena sudah dijamin oleh Lps, investasi ini jumlahnya tetap. Pergerakan pasar tidak akan pengaruhi jumlah simpanan yang udah dilaksanakan.anda juga tak wajib tetap mengawasi deposito yang dimiliki dikarenakan pengelolaannya sudah dikerjakan oleh pihak bank.

Bunga Lebih Tinggi dari Tabungan Biasa

Deposito bisa dijadikan sebagai suatu investasi sebab menawarkan bunga yang lebih besar jika dibandingkan dengan tipe simpanan lainnya. Besaran bunganya sendiri berbeda-beda tergantung kebijakan bank dan juga pasaran bunga saat itu.

Sekarang kalian sudah tahu kan, mengenai cara menghitung pajak penghasilan atas bunga deposito? Ikuti cara perhitungan di atas agar kalia bisa memperhitungkan penghasilan yang akan didapat. Memadai ganti jumlah, bunga, dan kala simpanannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.