Tahukah Anda ! Ini Lucid Dream dari Sudut Pandang Sains

 

Tahukah Anda ! Ini Lucid Dream dari Sudut Pandang Sains

global.gerbangindonesia.org – Tahukah Anda ! Ini Lucid Dream dari Sudut Pandang Sains

Apa Itu Lucid Dream ?

Lucid dream adalah keadaan ketika seseorang sadar selama mimpi.

Situasi ini biasanya berjalan selama termin rapid eye movement (Rem), yakni tahap mimpi tidur.

Diperkirakan 55 % orang mempunyai satu atau lebih lucid dream dalam hidup mereka.

Orang yang mengalami lucid dream tahu sendiri kesadarannya. Ini adalah bentuk metakognisi atau kesadaran akan kesadaran.

Seringkali, lucid dream juga memungkinkan seseorang untuk mengontrol apa yang berjalan di dalam mimpinya.

Lebih dari satu orang mengatakan bahwa lucid dream terasa sangat jelas dan nyata, dan yang lain mengatakan bahwa mereka mengalami lucid dream yang sedikit lebih kabur.

Dilansir berasal dari Healthline, didalam 20 tahun paling akhir, psikofisiolog Dr. Stephen Laberge sudah jadi pelopor penelitian lucid dream.

Dr. Laberge tidak hanya menemukan salah satu teknik lucid dream yang paling populer, tapi ia juga memimpin banyak studi ilmiah berkaitan persoalan ini.

Penelitian Laberge sudah menolong para peneliti menemukan fungsi terapeutik dari lucid dream.

Di antaranya adalah lucid dream mungkin bermanfaat dalam mengobati lebih dari satu keadaan, contohnya Ptsd, mimpi buruk berulang, dan kecemasan.

Lucid dream biasanya terjadi secara spontan. Tapi, lucid dream bisa dipelajari lewat beragam metode.

Bagaimana rasanya mengalami lucid dream?

Layaknya kebanyakan mimpi, lucid dream biasanya akan berjalan selama termin rapid eye movement (Rem). Bagi beberapa orang, lucid dream berlangsung secara spontan, tapi sebagian orang melatih diri mereka sendiri untuk merasakan pengalaman lucid dream.

Sebagian orang kemungkinan segera terbangun sesudah paham bahwa mereka tengah bermimpi. Tetapi, ada pula yang bisa memengaruhi tindakan mereka sendiri dalam mimpi.

Kepada Medical News Today, seseorang yang mengaku mengalami lucid dream mengatakan bahwa ia bisa mengelabui narasi mimpi untuk menciptakan pengalaman yang menggembirakan bagi dirinya sendiri

. “Biasanya saya bisa mengendalikan narasi dalam mimpi, jadi misalnya, jika saya tidak senang dengan apa yang terjadi dalam mimpi, saya bisa mengubahnya.”

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.