Ternyata , Negara China Diam-diam Kagumi Pakar PT DI Indonesia yang Bisa Buat Komponen Pesawat F-16A: Satu-satunya di ASEAN!

Ternyata , Negara China Diam-diam Kagumi Pakar PT DI Indonesia yang Bisa Buat Komponen Pesawat F-16A Satu-satunya di ASEAN!

global.gerbangindonesia.org – Ternyata , Negara China Diam-diam Kagumi Pakar PT DI Indonesia yang Bisa Buat Komponen Pesawat F-16A: Satu-satunya di ASEAN!

PT Dirgantara Indonesia atau PT DI turut hadir didalam ajang bergengsi  Singapore Airshow 2022 yang diselenggarakan pada 15-18 Februari 2022 di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Prestasi Membanggakan

Yang lebih membanggakan, PT DI menempati Booth di Hall B Nomor H40 ajang Singapore Airshow 2022 dengan 30.000 peserta perdagangan berasal dari 110 negara dan wilayah.

Tiga pesawat sayap unggulan PT DI yaitu N219, Nc212i, dan Cn235 ikut dihadirkan dalam ajang Singapore Airshow 2022 yang menggaet 930 perusahaan berasal dari 45 negara yang sementara ini hadir, 117 delegasi berasal dari 36 negara dan wilayah, dan juga 660 media terakreditasi dari 249 outlet media,  dari Singaporeairshow.Com.

PT DI sebagai satu-satunya industri penerbangan di Asia Tenggara, PT DI juga menawarkan Usaha MRO (Maintenance, Repair Overhaul).

Tak sekedar hal tersebut, PT DI juga disebut Miliki kompetensi pemeliharaan pesawat dan Komponen, Modifikasi, Program SLEP (Service Life Extension Program) dan Rewiring.

Tak heran, PT DI rupanya juga dibanggakan oleh media China.
Alih-Alih terkesima dengan pembelian Rafale Prancis dan F-15id oleh Indonesia baru-baru ini, media China, Sohu.Com justru memuji keseluruhan PT Dirgantara Indonesia (Pt DI).

“Fakta membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki basis produksi industri penerbangan yang baik.

Industri penerbangan Indonesia terutama memproduksi pesawat angkut dan patroli dasar dan juga helikopter utilitas.

Di didalam negeri, pesawat diekspor ke thailand, prancis, amerika Serikat, Irlandia,Turki, Maroko, Arab Saudi, Chili, Brunei, Uni Emirat Arab, Venezuela, dan korea Selatan, tidak cuman untuk digunakan sendiri.

Memimpin industri adalah milik negara Dirgantara Indonesia, industri pesawat pertama dan satu-satunya di Indonesia dan asia Tenggara(Asean).

Perusahaan ini dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan didirikan pada tanggal 23 Agustus 1976.

Di dalam waktu yang singkat sudah berkembang dari corporate militer kecil jadi kompleks produksi militer yang cukup besar yang terdiri dari beberapa pabrik yang berlokasi di beraneka kota di negara ini.

Usaha Bisnis utama di Bandung (Jawa) meliputi area sekitar 55 hektar dan kantor berlokasi di Jakarta.

Perusahaan sudah menguasai produksi serial dari model peralatan penerbangan berikut (Terutama di bawah lisensi asing, usaha primer adalah perakitan pesawat militer dan sipil yang dirancang oleh Grup Airbus): Pesawat Turboprop bermesin ganda Nc-212-100 dan- 200, Cn-235 turboprop bermesin ganda, helikopter nbo-105, helikopter utilitas Nas-332 Super Cougar 19-24 kursi, helikopter tugas berat 4,5 ton, helikopter bell 412, turbojet NMX (Dengan pengembangan bersama dengan Corporate Pegasus Malaysia) pengembangan pesawat n-250 itu sendiri.

Pabrik Dirgantara Indonesia memproduksi kira-kira 85 Persen komponen peralatan penerbangan, yang sebagian besar diproduksi di bawah lisensi asing, dan 15 Prosen product, termasuk mesin dan peralatan udara, diimpor.

Menurut evaluasi pakar nasional, kapasitas produksi perusahaan untuk tipe pesawat saat ini digunakan untuk memproduksi 24 Helikopter Nc-212, 11 Cn-235, 36 Nbo-105, 12nas-332l Super Cougar dan 14nb-412.

Ahli PTDI Dirgantara Indonesia juga menguasai pembuatan komponen untuk pesawat f-16a dan F, Hawker 100 dan 200, Boeing 737 dan 767, Fokker F-100, A-300 dan 310,” tulis Suho.Com yang memuji habis-habisan pt DI di dalam artikelnya terbitan 22 Februari 2022.

Media China Tersebut justru dibuat heran dengan langkah Indonesia yang malah menghabiskan banyak uang untuk membeli pesawat berasal dari luar.

5 Negara Di Dunia Yang Memproduksi Mesin Pesawat Sendiri, Indonesia Termasuk ?

“Namun, hanya lima negara di dunia yang memproduksi mesin pesawat sendiri. Sayangnya Indonesia bukan salah satunya. Indonesia terlihat sangat pucat sekarang karena mereka menghabiskan banyak uang untuk pesawat yang dipertanyakan. Jadi, buka media lokal dan coba gunakan transfer teknologi sebagai alasan untuk mendapatkan kontrak yang bagus,” lanjut suho.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.